Sabtu, 09 April 2011

TAMAN DI WAJAHKU

Engkau mencari taman didataran wajahku yang tua dan kisut
Masuklah dahulu kedalam hatiku
Periksa segala denyut, pikir dan bisikku
Telah kutanam bunga - bunga paling indah di sana
Juga rumput - rumput hijau
Burung, capung dan kupu - kupu
Nyamuk, lalat dan lelatu
Periksa bangku - bangku tua yang pernah memahat nama kita
Tapi cinta telah jauh pergi
Kenangan tinggal gumpal - gumpal mega
Dilangit lazuardi

Engkau lama kehilangan rasa memiliki
Periksalah cintaku yang membentang seluas kenangan
Dimana sosh hilang dari ingatan
Datanglah kedataran wajahku sewaktu - waktu
Meski tua dan kisut aku masih menyirami
Bunga - bunga yang kutanam bertahun lalu

Bertahun lalu
Kita pernah berbagi cerita disini
Tapi kau telah memupusnya dari kenangan
Dari sejarah yang belum usai kita lukiskan

Senin, 24 Januari 2011

Peri Jahat

Seribu satu cara telah aku lakukan tuk hancurkan hatimu yang
batu
Ku ungkapkan lewat perhatian yang penuh
Ku ungkapkan lewat ucapan
Ku ungkapkan lewat bahasa tubuh ku telah aku lakukan

Kau tau apa yang aku inginkan
Namun kau masih diam dan diam
Seperti lagu penantian cinta yang aku dengar hari ini
Aku tau aku bukan pilihanmu tapi rasa ini terus menghantuiku

Hari berganti bulan berganti tahun berganti
Sampai BBM naik empat kali kau masih batu
Sepertinya aku menunggu kebijakan pemerintah
yang berpihak padaku

itu tak mungkin untuk saat ini
Atau Seperti buruh merindukan upah layak
Seperti petani merindukan sawah hijau panen berlimpah ruah
atau seperti KMK Menginginkan pendidikan, kesehatan dan
rumah layak yang terus jadi mimpi

Mungkin aku hanya sepenggal cerita
Dari sebuah penantian cinta yang tiada henti