Engkau mencari taman didataran wajahku yang tua dan kisut
Masuklah dahulu kedalam hatiku
Periksa segala denyut, pikir dan bisikku
Telah kutanam bunga - bunga paling indah di sana
Juga rumput - rumput hijau
Burung, capung dan kupu - kupu
Nyamuk, lalat dan lelatu
Periksa bangku - bangku tua yang pernah memahat nama kita
Tapi cinta telah jauh pergi
Kenangan tinggal gumpal - gumpal mega
Dilangit lazuardi
Engkau lama kehilangan rasa memiliki
Periksalah cintaku yang membentang seluas kenangan
Dimana sosh hilang dari ingatan
Datanglah kedataran wajahku sewaktu - waktu
Meski tua dan kisut aku masih menyirami
Bunga - bunga yang kutanam bertahun lalu
Bertahun lalu
Kita pernah berbagi cerita disini
Tapi kau telah memupusnya dari kenangan
Dari sejarah yang belum usai kita lukiskan
Sabtu, 09 April 2011
Senin, 24 Januari 2011
Peri Jahat
Seribu satu cara telah aku lakukan tuk hancurkan hatimu yang
batu
Ku ungkapkan lewat perhatian yang penuh
Ku ungkapkan lewat ucapan
Ku ungkapkan lewat bahasa tubuh ku telah aku lakukan
Kau tau apa yang aku inginkan
Namun kau masih diam dan diam
Seperti lagu penantian cinta yang aku dengar hari ini
Aku tau aku bukan pilihanmu tapi rasa ini terus menghantuiku
Hari berganti bulan berganti tahun berganti
Sampai BBM naik empat kali kau masih batu
Sepertinya aku menunggu kebijakan pemerintah
yang berpihak padaku
itu tak mungkin untuk saat ini
Atau Seperti buruh merindukan upah layak
Seperti petani merindukan sawah hijau panen berlimpah ruah
atau seperti KMK Menginginkan pendidikan, kesehatan dan
rumah layak yang terus jadi mimpi
Mungkin aku hanya sepenggal cerita
Dari sebuah penantian cinta yang tiada henti
batu
Ku ungkapkan lewat perhatian yang penuh
Ku ungkapkan lewat ucapan
Ku ungkapkan lewat bahasa tubuh ku telah aku lakukan
Kau tau apa yang aku inginkan
Namun kau masih diam dan diam
Seperti lagu penantian cinta yang aku dengar hari ini
Aku tau aku bukan pilihanmu tapi rasa ini terus menghantuiku
Hari berganti bulan berganti tahun berganti
Sampai BBM naik empat kali kau masih batu
Sepertinya aku menunggu kebijakan pemerintah
yang berpihak padaku
itu tak mungkin untuk saat ini
Atau Seperti buruh merindukan upah layak
Seperti petani merindukan sawah hijau panen berlimpah ruah
atau seperti KMK Menginginkan pendidikan, kesehatan dan
rumah layak yang terus jadi mimpi
Mungkin aku hanya sepenggal cerita
Dari sebuah penantian cinta yang tiada henti
Jumat, 18 Juni 2010
JANGAN PERNAH
Saat teringat akan dirimu
Bagai bunga dimusim semi
Yang tersenyum menatap indahnya
Tersenyum kembali diriku
Dan temani setiap langkahku
Berdua kita lewati semua ..
Percayalah padaku
Aku bukan seperti aku yang dulu
Kukan mengerti dirimu
Hapus cerita lalu
Dan cobalah untuk selalu mencintaiku
Cintaiku ..
Dan jangan pernah lari dariku
Ingatlah aku akan selalu untukmu
Selalu dismpingmu
Menemani setiap mimpimu
Dan takkan pernah jauh darimu
Walau hanya tuk sesaat
Aku takkan bisa
Jangan pernah ..
Bagai bunga dimusim semi
Yang tersenyum menatap indahnya
Tersenyum kembali diriku
Dan temani setiap langkahku
Berdua kita lewati semua ..
Percayalah padaku
Aku bukan seperti aku yang dulu
Kukan mengerti dirimu
Hapus cerita lalu
Dan cobalah untuk selalu mencintaiku
Cintaiku ..
Dan jangan pernah lari dariku
Ingatlah aku akan selalu untukmu
Selalu dismpingmu
Menemani setiap mimpimu
Dan takkan pernah jauh darimu
Walau hanya tuk sesaat
Aku takkan bisa
Jangan pernah ..
Minggu, 04 April 2010
Untaian Hati
Terengguh belaian kasih
Bawakan canda pengisi hati
Yang kala dibuai jadi satu asa ..
Bidikan panah asmara
Penanda adanya cinta ..
Pemisah untuk pematah
Baju putih penyatu pipihan
Yang dijadikan penenun hati ..
Bawakan canda pengisi hati
Yang kala dibuai jadi satu asa ..
Bidikan panah asmara
Penanda adanya cinta ..
Pemisah untuk pematah
Baju putih penyatu pipihan
Yang dijadikan penenun hati ..
Langganan:
Postingan (Atom)